PSK di Silicon Valley Wajib Anti Gaptek!

Apa syarat mutlak bagi seorang pekerja seks komersial (PSK), cantik, rupawan, atau menarik? Itu saja tak cukup. Di Silicon Valley butuh satu persyaratan tambahan, anti gaptek atau melek teknologi!

PSK di Silicon Valley, California, AS miliki penghasilan yang cukup menggiurkan. Tak hanya ratusan ribu dolar, mereka bahkan bisa kantongi hingga jutaan dolar dalam satu tahun.

Karen, salah satu PSK di ‘Lembah Silicon’ berujar pada CNN jika dirinya hampir mengumpulkan 1 juta dolar kurang dari 12 bulan dari bisnis esek-esek ini. Karen sendiri miliki tarif hingga USD 500 per jamnya.

Akun media sosial, sebut Karen, sangat penting. Facebook, Twitter, Instagram, Tumblr, dan lainnya sangat mendukung pekerjaan wanita berusia 27 tahun ini. Lantas mengapa ia harus dituntut anti gaptek?

Silicon Valley sendiri adalah basis industri perusahaan komputer dan internet di AS. Dengan demikian, sebagian besar kawasan ini dihuni oleh karyawan dan pegawai dari perusahaan tech tersebut.

“Mereka (klien) rata-rata manis, pendiam, bekerja di perusahaan besar (teknologi), miliki banyak uang, namun culun,” ujar Karen pada Daily Mail.

Dan teknologi pula diakui Karen meningkatkan produktivitas kerjanya. Pernah suatu ketika klien memilih alat pembayaran (kartu kredit) via aplikasi iPhone. Jika Karen tak mengerti situasi ini dan masih menerima tunai (cash), mungkin saja ia akan kehilangan pelanggan.

Jack Bennett, Kepala Cyber ​​Crime FBI yakin teknologi bisa membuat bisnis prostitusi lebih efisien. Secara sepintas ia ingin berujar, dengan teknologi, prostitusi illegal bisa berkurang.

Bagaimana dengan PSK di tanah air, apakah juga harus melek teknologi?

Responses (11)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.