Robot Ini Diciptakan Untuk Lansia yang Kesepian

  • Share

NGONOO.com – Jepang adalah salah satu negara yang maju dalam bidang teknologinya. Selain menghasilkan berbagai macam elektronik yang berkualitas, negara matahari terbit ini juga sering menciptakan berbagai jenis robot dengan bermacam-macam fungsinya.

Kali ini Jepang memasarkan sebuah robot baru, yaitu robot bayi untuk menghilangkan rasa kesepian para lansia yang tinggal seorang diri. Seperti bayi yang baru lahir, robot bayi ini nantinya akan membutuhkan perhatian terus menerus dari “orangtuanya”.

Robot bayi yang telah dipasarkan mulai 21 Januari 2015 ini dikembangkan bersama oleh Masayoshi Kano, profesor robotika di Universitas Chukyo Nagoya dan perusahaan Togo Seisakusyo berbasis di Togo, Prefektur Aichi. Robot ini diberi nama “Smiby”.

robot smibySmiby via Akashi Simbun/Yuta Takahashi

Smiby punya sensor yang terpasang untuk bereaksi saat “orangtua” membuai mereka dalam pelukan. Saat Smiby berada dalam pelukan orangtuanya, robot itu diprogram untuk mulai tertawa. Namun saat ditinggal sendirian dalam beberap alama, robot itu akan menangis. Jika orangtua menelantarkan mereka lebih lama, robot akan tertidur.

Sensor lain robot ini adalah ketika diayunkan terlalu kencang, Smiby akan menangis, air mata diindikasikan dengan cahaya biru. Sementara pipinya akan berubah menjadi merah muda saat mereka bahagia dengan perhatian dan perawatan yang dicurahkan oleh orangtuanya. Wiih, kaya anak beneran ga gaes.

Robot Smiby sendiri punya 500 tipe bunyi dan suara tergantung situasinya. Suara tersebut berasal dari suara bayi berusia setahun yang direkam peneliti dalam kurun waktu enam bulan. Smiby ini terbuat dari plastik dan silikon dengan menggunakan teknologi Togo Seisakusyo yang digunakan untuk memproduksi resin spring canggih mobil. Baterai Smiby pun bisa dibilang cukup awet, saat baterai penuh Smiby bisa “hidup” selama 10 jam.

Robot Smiby telah diujicobakan kepada para lansia di Jepang. Hasilnya para lansia yang mencoba prototipe dari Smiby mengatakan bahwa mereka merasakan dampak positifnya. Lima dari sembilan lansia yang mencoba robot di rumah selama sebulan pada November 2014 mengatakan gejala depresi mereka berkurang, karena mereka jadi punya kegiatan mengurus robot “anak” ini.

Robot tersebut akan dipasarkan dengan harga 68.000 yen (sekitar Rp7,2 juta). Namun rencananya sampel robot itu akan dipinjamkan secara gratis ke fasilitas perawatan lansia.

robot via Shutterstock

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.