Kronologi Iklan Indosat Yang Dianggap Lecehkan Bekasi dan Berbuntut Panjang

  • Share
Be a Buddy not a Bully
Be a Buddy not a Bully

NGONOO.com – Kali ini bukan meme-meme tentang Bekasi yang beredar, melainkan kasus yang lebih serius. Beberapa waktu lalu mungkin kamu seringkali melihat meme yang menjadikan bekasi sebagai lelucon. Bekasi lebih jauh dari planet lah, harus pake visa, bahkan sampai Meme AADC 2014 yang populer itu juga beberapa diantaranya menyinggung bekasi.

Tapi yang ini, benar-benar serius. Karena sebagian besar elemen warga Bekasi baik dari pemerintahan, organisasi, maupun warga kompak mengecam Indosat, yang telah melakukan pembullyan melalui materi iklan yang menyinggung bekasi. Kronologinya begini bero :

Iklan Indosat Singgung Bekasi

Melalui @IndosatMania, salah satu provider itu membuat sebuah iklan yang cukup nyleneh yaitu “Liburan ke Aussie lebih mudah dibanding ke Bekasi”. Iklan itu khusus dibuat oleh Indosat untuk promosi program yang mereka buat, dan hanya dilakukan campaign melalui dunia maya.

Ini gambarnya :

Iklan Indosat Singgung Bekasi
Iklan Indosat Singgung Bekasi

Iklan yang dipromosikan melalui Twitter inilah yang memunculkan polemik karena Indosat dianggap telah melecehkan Bekasi dan seluruh elemennya.

Indosat Balik Dikecam

Setelah iklan itu tayang dan dengan cepat menyebar ke dunia maya, kecaman bertubi-tubi pun langsung berdatangan untuk Indosat.

“Dear @IndosatMania gak usahlah sok asyikd engan flyer sampah yang menjelekan kota kami. Saya sangat kecewa, sebagai pengguna Indosat, tulis @Fabioiman seperti dilansir JPNN 4 hari lalu.

Tokoh Budayawan Bekasi seperti Komarudin Ibnu Hikam juga turut angkat bicara. Melecehkan bekasi sama dengan melecehkan bumi Patriot, melecehkan 8 juta warga Bekasi.

Indosat Meminta Maaf

Setelah muncul banyak kecaman melalui sosial Media, pihak Indosat segera melakukan klarifikasi dan permintaan maaf atas iklan yang muncul.

“Kami menyampaikan permohonan maaf yang tulus atas hal tersebut. Kami mohon maaf karena kurang sensitif dan sama sekali tidak ada maksud menyinggung siapapun, ” ungkap Group Head Corporate Communications Indosat, Fuad Fachroeddin dalam sebuah keterangan resminya pada hari Jum’at (9/1) lalu.

Sebelumnya, Indosat juga langsung menghapus iklan yang dimaksud setelah muncul berbagai protes dari para netizen, dan melakukan permintaan maaf melalui Twitter.

“Hi, mohon maaf untuk ketidaknyamanannya, viral ini sudah tidak kami posting. Terima kasih,” tulis akun @IndosatMania.

Tapi bagaimanapun, iklan itu sudah terlanjur tersebar luas. Sudah banyak yang menyimpan gambarnya maupun meng-capture iklan yang sempat tayang itu sehingga peredarannya tidak bisa dibendung.

Demo, Gugatan, Wali Kota Murka

Demonstrasi di Depan Kantor Indosat Bekasi
Demonstrasi di Depan Kantor Indosat Bekasi

Ungkapan maaf dari pihak Indosat nampaknya belum cukup. Aksi demo dari berbagai elemen dilakukan untuk mengecam aksi Indosat tersebut. Sebelumnya, muncul wacana gugatan hukum jika Indosat tidak segera melakukan permintaan maaf melalui media massa. Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi juga menyampaikan kekecewaannya kepada Indosat yang telah lalai meloloskan iklan provokatif tersebut.

“Bagi saya itu pelecehan dari produk iklan yagn tidak ada dasar ukurannya. Maksudnya apa ke Bekasi seperti itu,” ungkap Rahmat Effendi Jum’at (9/1/15) seperti dikutip dari Sindonews.

Empat unsur elemen masyarakat bahkan melaporkan kasus tersebut ke Mapolresta Bekasi Kota. Terdiri dari Forum Studi Mahasiswa Untuk Kemanusiaan dan Demokrasi (FSMKD), Dewan Presidium Mahasiswa (DPM) Pranata Indonesia, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Forum Daulat Bekasi (FDB).

“Sebagai masyarakat Bekasi, kami kecewa karena ini bentuk penghinaan bagi Bekasi,” tutur kuasa hukum keempat unsur itu Naupal Al Rasyid pada Jum’at (9/1/15) kemarin dikutip dari Okezone.

Pendapat lain Anggota DPR Kota Bekasi

Meski banyak aksi mengecam iklan tersebut, tetap salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota Bekasi Ronny Hermawan memiliki pandangan lain terhadap iklan tersebut. Dilaporkan Antara, Ronny mengatakan bahwa tidak ada bentuk penghinaan dalam iklan tersebut.

“Secara etika, tidak ada bentuk penghinaan. Hanya mungkin sindiran karena merek asedang promosi hadiah ke luar negeri bagi konsumennya”, ungkapnya Sabtu (10/1/15).

Ia justru menghimbau agar hal tersebut menjadi bahan introspeksi bagi seluruh elemen warga Bekasi, dan warga tidak terprovokasi.

“Jangan jadi sensitif juga, mari kita jadi kreatif saja. Kita paham, bahwa bully yang terjadi belum lama ini karena akumulasi ungkapan dan harapan publik, khususnya warga Kota Bekasi akibat kondisi yang terjadi,” katanya.

Kondisi itu adalah kemacetan yang semakin parah, suhu panas karena kurangnya taman dan hutan dalam kota, kerusakan jalanan, dan lain-lain.

Ia mengatakan bahwa hal itu menjadi tanggung jawabnya sebagai pejabat publik untuk mendengar, menyuarakan, dan melakukan aksi nyata untuk pembangunan yang sedang dijalankan maupun yang direncanakan. Ketika disinggung mengenai gugatan untuk Indosat, ia juga mempertanyakan apa gol setelah gugatan diterima.

Presdir Indosat Meminta Maaf

Derasnya kecaman dan aksi penolakan yang disertai ancaman boikot terhadap Indosat, Presdir Indosat langsung turun tangan untuk menyatakan permohonan maaf. Permintaan maaf tersebut disampaikan dalam sebuah rilis yang diterima Bisnis.com pada Minggu (11/1/15).

“Dengan ini kami meminta maaf karena tidak pernah ada maksud untuk menyinggung pihak manapun dalam medium kami berpromosi. Iklan tersebut juga sudah ditarik segera setelah kami menyadari dampak yang ditimbulkannya” kata Alexander Rusli, Presdir dan CEO Indosat.

Salahnya di Bekasi, Minta Maaf di Jakarta

Pihak Pemkot Bekasi sepertinya juga belum sepenuhnya menerima permohonan maaf dari Indosat. Pasalnya, mereka menganggap materi iklan tersebut menyakiti warga Bekasi. Sementara permohonan maaf dilakukan di Jakarta.

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, menegaskan bahwa sikap Indosat yang banyak membuat rilis permohonan maaf di Jakarta adalah langkah yang tidak tepat.

“Objeknya ada di Bekasi, kenapa harus di Jakarta. yang merasa disakiti itu warga Bekasi, kenapa minta maafnya di Jakarta,” tegas sang Wali Kota, Senin (12/1/15).

Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai kasus pembullyan Bekasi oleh Indosat yang akhirnya berbuntut panjang. Apakah masalah ini akan selesai melalui permohonan maaf secara langsung ke warga Bekasi, atau langkah hukum akan teta dilakukan. (Diolah dari berbagai sumber)

Gambar : Be a Buddy not Bully Via ShutterStock

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.