5 Walikota di Indonesia Ini Melarang “Valentine”

  • Share
Ooops
Ooops

NGONOO.com – Hari ini adalah 14 Februari. Kata orang-orang, ini adalah perayaan hari kasih sayang atau tenar disebut dengan valentine. Daku sudah coba membaca berbagai tulisan sejarah mengenai valentine, tetapi juga belum bisa memastikan mana yang benar. Di Indonesia baik cewe cowok pria wanita banyak yang menganggap valentine adalah hari spesial dimana jika tidak punya pasangan pada hari itu, adalah sebuah kesengsaraan. Duh!

Tapi tenang bero dan sest, kalau kamu tinggal di 5 kota ini, kamu akan aman dari hujatan tidak punya pasangan ataupun tidak dapat kado dan cokelat saat valentine. Bukan apa-apa, seperti yang diberitakan Liputan6, para Walikota di 5 daerah ini melarang perayaan Valentine. Ini lho!

1. Illiza Sa’aduddin Djamal – Walikota Banda Aceh

illiza sa'aduddin djamal
illiza sa’aduddin djamal

Mantan Wakil Walikota Banda Aceh periode 2007-2014, yang kini menjadi walikota ini melarang perayaan valentine dalam bentuk apapun. Ia menegaskan bahwa perayaan Valentine bertentangan dengan syariat Islam yang kita tahu dipegang di Aceh. Sang walikota dikabarkan mengirimkan seruan ini ke sekolah-sekolah dan masjid-masjid.

2. Tri Rismaharini – Walikota Surabaya

 

Tri Rismaharini
Tri Rismaharini

Salah satu walikota terbaik dunia ini dicintai banyak warga Surabaya. Meski seorang wanita, tetapi keberaniannya patut diacungi banyak jempol. Dolly, lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara berani ditutup. Banyak juga prestasi yang ditorehkan sang walikota di tingkat daerah, nasional, maupun penghargaan internasional.

Ternyata, Ibu Risma juga melarang aktivitas valentine di Surabaya. Tanggal 12 Februari 2015 lalu, surat pelarangan perayaan valentine yang ditujukan untuk sekolah se-Surabaya diterbitkan. Peringatan tersebut ditujukan agar tidak ada pelajar yang merayakan valentine di sekolah maupun di luar sekolah.

3. Mohammad Ramdhan Pomanto – Walikota Makassar

Mohammad Ramdhan Pomanto
Mohammad Ramdhan Pomanto

Walikota yang satu ini melarang valentine, hingga penjualan suvenirnya. Menurut Pomanto, perayaan valentine lebih mengarahkan pada perbuatan asusila. Bahkan, pihak Pemkot Makassar akan melakukan sidak pada tanggal 14 Februari 2015 ini demi memastikan tidak ada perayaan valentine di Makassar.

4. Mahyeldi Ansarullah – Walikota Padang

Mahyeldi Ansarullah
Mahyeldi Ansarullah

Pernyataan Mahyeldi pada Kamis (12/2/2015) yaitu melarang warga Padang merayakan valentine. Pihaknya telah berkoordinasi dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia), dan juga LKAAM (Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau) dan pihak terkait lainnya tentang aturan tersebut. Tak jauh berbeda dengan yang lain, alasannya adalah valentine tidak sesuai dengan budaya timur dan banyak memiliki nilai negatif. “Seharusnya, kasih sayang adalah sepanjang waktu”.

5. Nur Mahmudi Ismail

Nur Mahmudi Ismail
Nur Mahmudi Ismail

Pria berumur 53 tahun ini akan mengakhiri jabatannya di 2015 menjadi Walikota Depok. Dimana periode 2010-2015 adalah periode ke-2 baginya. Perayaan valentine telah dilarang sejak beberapa tahun lalu, dengan alasan untuk mengantisipasi hubungan seksual di luar nikah khususunya bagi para remaja.

Setidaknya untuk 5 daerah ini, kalian akan aman dari bully tidak mendapat cokelat di hari valentine.

Gambar : Oops Via Shutterstock

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.