5 Kuliner Khas Imlek Yang Penuh Makna

  • Share

NGONOO.com – Dalam tradisi perayaan tahun baru imlek pasti identik dengan makan bersama dengan keluarga besar. Tidak sekedar makan bersama Makan bersama ini memiliki makna sebagai ungkapan kebersamaan dan keutuhan keluarga dalam menyambut tahun baru Imlek. Selain itu makan bersama juga merupakan bentuk mensyukuri apa yang diperoleh dalam kehidupan.

Makanan yang disajikan pun bukan sembarang makanan. Makanan-makanan tersebut berisikan Doa Ibu yang memasaknya agar keluarganya dilimpahkan berbagai berkat sepanjang tahun. Bahan makanan yang dipilih adalah bahan makanan yang memiliki makna dan filosofi masing-masing. Harapannya hal tersebut dapat memberikan kebaikan dan kemakmuran bagi mereka yang menikmatinya.

Nah berikut ini adalah kuliner-kuliner lezat khas perayaan imlek yang memiliki makna dan filosofinya masing-masing.

1. Mie 

 shutterstock_124920719Mie via Shutterstock

Sajian yang wajib ada dan ga pernah ketinggalan adalah olahan mie panjang umur. Mie yang dimasak bersama udang, telur puyuh, sawi hijau, dan tauge ini memiliki makna yang mendalam. Mi yang berbentuk panjang melambangkan harapan dan doa akan umur yang panjang. Dalam menyantap mie ini juga ada tata caranya lho gaes, yaitu ga boleh menggigit mie hingga putus, jadi mie harus sruput sampai ujungnya.

2. Rebung
Salah satu makanan yang khas saat perayaan Imlek adalah Rebung atau disebut Bu Bu Gao Sheng. Karena rebung melambangkan semangat baru dalam hidup yang sesuai dengan filosofi tunas bambu yang semakin lama semakin tinggi dan besar. Bu Bu Gao Sheng sendiri memiliki arti semakin lama semakin sukses dalam segala aspek kehidupan dan kesehatan.

3. Ikan

shutterstock_245610964ikan via Shutterstock

Dalam hidangan Imlek juga terdapat sajian ikan. Nah ikan yang disajikan pada hari Imlek haruslah ikan yang masih utuh. Mulai dari kepala hingga ekor tidak boleh ada bagian yang terpotong. Olahan ikan yang utuh ini bermakna harapan orang-orang Tionghoa agar di tahun yang baru nanti hidupnya diberi kelancaran mulai dari awal tahun hingga akhir tahun.

4. Jeruk mandarin

Tidak hanya sekedar sebagai buah pelengkap, Jeruk mandarin yang disajikan ketika Imlek dipercaya membawa kekayaan dan kemakmuran. Karena dalam bahasa Mandarin kata ‘emas’ dan ‘jeruk’ memiliki berbunyi yang sama. Sehingga orang Tionghoa pun menggunakan jeruk sebagai simbol rezeki.

5. Kue keranjang

shutterstock_9052762kue kranjang via Shutterstock

Nama kue ini didapat karena cetakannya yang terbuat dari keranjang. Tepung ketan dan gula adalah bahan utama kue keranjang. Kue yang biasanya hanya ditemui pada perayaan imlek ini memiliki tekstur yang lengket, kenyal dan sedikit manis. Teksturnya yang lengket menggambarkan persaudaraan yang erat dan menyatu. Sedangkan tekstur kenyalnya, dimaknai sebagai keuletan, kegigihan berjuang untuk meraih satu tujuan hidup. Bentuk kue keranjang bulat, tak ada ujung pada setiap sisinya melambangkan pesan kekeluargaan. Tak merasa ada yang lebih penting dari yang lain selain kekeluargaan, termasuk dalam bisnis.

 

kuliner via Shutterstock

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.