Wanita Ini Produksi Parfum Dengan Aroma Tubuh Orang yang Telah Meninggal

  • Share

NGONOO.com – Kehilangan orang yang disayangi memang sesuatu hal yang sangat menyedihkan ya gaes, apalagi kalo kehilangannya adalah ditinggal pergi untuk selama-lamanya. Dan kesedihan itulah yang mungkin masih dirasakan oleh seorang wanita asal Prancis bernama Katia Apalategui.

Ditinggalkan sang suami pergi untuk selama-lamanya ga hanya membuat Katia sedih, ia juga merasakan kerinduan yang mendalam. Saking rindunya ia bahkan jadi memiliki kebiasaan mencium aroma tubuh suami yang masih tersisa di bantal, agar tetap teringat suaminya.

shutterstock_221862415parfum via Shutterstock

Dari pengalamannya tersebut, ia pun mempunyai ide untuk mendirikan sebuah perusahaan parfum yang menawarkan wangi tubuh orang kesayangan yang telah pergi atau meninggal dunia kepada para pasangan, saudara, maupun kerabat yang ditinggalkan. Katia Apalategui percaya parfum beraroma tubuh orang kesayangan yang telah meninggal dunia ini akan menawarkan “aroma kenyamanan” kepada siapa saja yang merindukannya.

Wanita berusia 52 tahun tersebut saat ini telah bekerjasama dengan tim dari Le Havre University untuk mengembangkan teknik mengawetkan aroma tubuh seseorang yang sudah meninggal dari ekstrak pakaian yang dipakai saat masih hidup.

Ahli kimia dari Le Havre University, Geraldine Savary, mengatakan pihaknya bisa mengekstrak bau tubuh cukup dari pakaian seseorang. Ia akan merekonstruksi molekul bau yang ada pada pakaian dan mengubahnya menjadi bentuk parfum dalam waktu sekitar empat hari.

Menurut penelitian, ada hubungan kuat antara bau dan memori otak. Oleh karena itu Katia mengatakan bau tak kalah penting dari foto atau video almarhum dalam hal memberikan ketenangan bagi orang yang ditinggalkan. Rencananya Katia akan menawarkan parfum uniknya tersebut ke rumah-rumah duka dengan harga £400 pounds atau sekitar Rp 7,8 juta rupiah per botolnya.

berduka via Shutterstock

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.