Mark Zuckerberg: Let Your Children Play Video Games. Anjuran Supaya Anak-anak Cuma Bermain Saja?

NGONOO.com – “I definitely wouldn’t have gotten into programming if I hadn’t played games.” Kata-kata tersebut keluar dari mulut seorang Mark Zuckerberg yang merupakan milyarder termuda di bumi ini sewaktu presentasi Q&A with Mark di Townhall. Bahkan dia menyarankan supaya para orang tua membiarkan anak-anaknya bermain video games. Loh, kok? gak belajar gitu?! Menurut Mark. “membiarkan mereka bermain ¬†adalah salah satu hal terbaik yang dapat Anda lakukan.” Seperti yang ditulis oleh USA Today.

shutterstock_258044795

Mark yang dibesarkan di New York konon membuat game Lempar salju karena Saudaranya tidak mau diajak bermain, makanya dia menciptakan permainan dan bersenang-senang sendiri. Menurutnya “I do think this dynamic around kids growing up, building games and playing games, is an important one because I think this is how a lot of kids get into programming,” he explained. “I definitely would not have gotten into programming if I had not played games as a kid.” “I definitely would not have gotten into programming if I had not played games as a kid,” jelasnya lagi.

Bahkan untuk urusan Games dia tidak maen-maen, melalui Facebook dia  membeli Oculus VR seharga $2 billion yang kalo buat beli cendol itu bisa buat merubah  beberapa kecamatan jadi danau cendol.

Memang benar sih, anak kecil itu tugasnya bermain dan mengembangkan imajinasi dan bakal lewat bersenang-senang. Nanti kalau dari kecil sudah dijejali beragam pelajaran tanpa memberi kesempatan untuk bermain, takutnya pas gede jadi sosok kurang piknik karena imajinasi dipasung. Kan kasian. Jadi, yang punya anak kecil suruh banyak-banyak bermain aja. kalo porsinya seimbang nanti bisa tajir kayak pemilik Facebook, kalo kerjaannya cuma maen tok ya nanti minimal tetap mimiliki ( akun ) Facebook. XD

 

 

 

Response (1)

  1. Kami pernah berdiskusi lewat twitter dengan salah seorang programmer di Jogja, beliau tidak menganjurkan game ketika kecil, katanya dapat membuat anak bodoh.. ini tentu masih jadi perdebatan juga. yang kami ikuti lebih membiarkan anak kecil bermain secara real , sehingga daya kreatifitas nya akan tumbuh lebih baik.. IMHO

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.