Film ‘Dheepan’ Raih Piala Palme d’Or di Festival Film Cannes 2015

  • Share

NGONOO.com – Festival film Cannes ke-68 yang berlangsung dari 13 sampai 24 Mei 2015 lalu telah mencapai acara puncaknya. Malam puncak penghargaan festival film bergengsi tersebut diadakan pada hari Minggu (24/05) malam waktu setempat di Palais des Festivals.

Piala utama di Festival film Cannes, Palme d’Or atau Palem Emas diberikan pada film berjudul Dheepan karya sutradara Jacques Audiard. Film tersebut berkisah tentang kelurga yang terdiri dari seorang mantan tentara, dan keluarganya saat berjuang lari dari perang saudara di Sri Lanka. Sang sutradara, Audiard mendapat penghomaratan berupa standing ovation saat menrerima piala tersebut di panggung Cannes. Film Dheepan sendiri telah menyingkirkan 18 film yang ikut dilombakan dalam kompetisi utama.

dheepanSalah satu adegan di film Dheepan

Sedangkan piala Grand Prize atau runner-up diraih film Son of Saul karya Laszlo Nemes. Drama berlatar Holocaust atau pembasmian etnis Yahudi zaman Nazi itu sebelumnya sudah memenangi piala Fipresci Prize.

Selain penghargaan untuk film terbaik, ada pula penghargaan untuk kategori lainnya seperti pemeran terbaik, sutradara terbaik dan masih banyak lagi. Nah berikut ini daftar penerima penghargaan di festival film Cannes 2015.

penghargaan cannesPemenag dan juri Festival film Cannes – Closing Ceremony © AFP / Anne-Christine Poujoulat

Untuk penghargaan Aktris Terbaik diraiih oleh aktris Rooney Mara untuk aktingnya sebagai lesbian di sebuah film yang berjudul Carol serta Emmanuelle Bercot untuk film Mon Roi. Gelar Aktor Terbaik diraih Vincent Lindon untuk aktingnya di The Measure of a Man. Film itu dibesut Stephanie Brize. Lindon berakting sebagai pengangguran yang mulai bekerja lagi tapi kemudian harus berhadapan dengan dilema moral.

Gelar sutradara terbaik jatuh kepada Hao Hsiao-Hsien untuk filmnya yang berjudul The Assassin. Film kungfu itu dibintangi Shu Qi sebagai pembunuh bayaran.

Piala dewan juri diberikan pada The Lobster, sebuah film drama sureal karya Yargos Lanthimos dan dibintangi Colin Farrell. Film itu bersetting di sebuah dunia yang penduduknya hanya punya 45 hari untuk mencari pasangan atau ia bisa berubah jadi binatang.

Penghargaan Skenario Terbaik jatuh pada Michel Franco yang menulis Chronic. Film debutnya berbahasa Inggris itu dibintangi Tim Roth sebagai perawat di rumah pasien yang tinggal menunggu maut.

Piala Camera d’Or yang memberi penghargaan bagi film debut penyutradaraan diberikan pada Land and Shade (La Tierra y La Sombra) karya Cesar Augusto Acevado. Sementara itu, piala Film Pendek Terbaik diraih Waves ’98 karya Ely Dager.

Dewan juri tahun ini diketuai oleh sutradara Joel dan Ethan Coen, yang anggotanya antara lain Jake Gyllenhaal, Guillermo Del Toro, Sophie Marceau dan Sienna Miller.

Walaupun film Indonesia yang ikut serta dalam festival Cannes, Filosofi Kopi dan The Fox Exploits The Tiger’s Might belum berhasil mendapatkan penghargaan, setidaknya kedua film tersebut berhasil membanggakan dunia perfilman Indonesia karena telah bersaing dan disejajarkan dengan film-film berkualitas dari berbagai negara di dunia.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.