7 Fakta Tentang Cinta Yang Dapat Dijelaskan Secara Ilmiah

  • Share

NGONOO.com – Cinta. Tak semua orang paham dengan kata ini. Cinta tak dapat dijelaskan dengan bait-bait kata, Tak cukup jika mulut berucap tentang cinta. Biarkan hati berbicara tentang cinta dan biarkan hati mengerti dengan sendirinya apa itu cinta. Jangan dipaksa apalagi mengada ada yang tidak ada. Setelah beberapa lama menunggu, Akhirnya beberapa upaya ilmiah pun dilakukan di abad modern ini untuk mengetahui apa itu cinta sebenarnya, maka hasilnya cukup Boombastis dan fantastis.

1. Cinta dan Kimia

Secara ilmiah, cinta ternyata sama seperti perasaan lapar dan haus. Hanya cinta terasa lebih kuat dan lebih permanen. Ketik anda jatuh cinta, maka otak akan melepas beberapa zat seperti Pheromone, Dopamine, Norepinephrine, Serotonin, Oxytocin, dan Vasopressin. Semua zat ini memberikan rasa bahagia.

Love and Chemical

Kebalikannya, ketika kita patah hati, otak mengaktifkan beberapa daerahnya yang biasanya berhubungan dengan rasa sakit di tubuh. Bahkan dalam kondisi patah hati yang parah, tubuh manusia melepaskan beberapa unsur kimia yang dapat melemahkan jantung dan pada akhirnya dapat mengakibatkan serangan jatung dan mendatangkan kematian. Hal ini disebut “Broken Heart Syndrome”.

2. Detak Jantungmu dan Pasangan Bisa Sama

Jika anda memiliki pasangan, dan kalian saling jatuh cinta. Cobalah untuk saling menatap selama 5 menit, dan jika ada gunakan alat monitor jantung. Kalian akan kaget saat mengetahui bahwa dalam 5 menit ini kedua jantung kalian akan mulai sinkron dan pada akhirnya berdetak secara bersamaan.

via irilaslogo.wordpress.com
via irilaslogo.wordpress.com

Hal ini sudah dibuktikan secara ilmiah. Tapi yang belum terjawab adalah mengapa dan bagaimana hal ini bisa terjadi.

3. Orang Pintar Pun Bisa Menjadi Bodoh Karena Cinta

Saat jatuh cinta, kita biasanya selalu memikirkan si dia. Setiap hari dan bahkan setiap saat. Ingin tahu dia sedang apa, mikirin kita apa nggak, dll. Seolah-olah kita begitu terobsesi pada dirinya. Setelah diteliti, ternyata fenomena yang timbul pada otak memang sama persis dengan mereka yang mengalami sindrom Obsessive Compulsive Disorder (OCD).

via thewisdomdaily.com
via thewisdomdaily.com

Terbukti juga bahwa saat jatuh cinta, manusia mengalami berkurangnya kontrol kognitif. Dalam kata lain, cinta membuat orang bodoh. Jadi jangan heran kalau tiba-tiba anda tidak konsen dalam mengerjakan suatu hal, seperti mengerjakan soal, atau mengerjakan pekerjaan kantor. Ini tanda anda sedang jatuh cinta dan memikirkan si dia terus

4. Philophobia

Semua hal di dunia ini selalu memiliki penyakit “phobia”nya. Ternyata cinta ada juga phobianya. Namanya Philopobhia.

via wallpaperskyline.com
via wallpaperskyline.com

Penyakit ini membuat orang untuk takut jatuh cinta. Biasanya karena trauma masa lalu, atau ada yang salah dengan mainset yang sudah terbentuk di otaknya.

5. Cinta Dapat Menyembuhkan Sakit

Cinta memang bisa menyembuhkan sakit, Bukan hanya sakit hati. Tapi sakit kepala, sakit gigi, atau sakit encok. Kenapa? Karena perasaan cinta membuat otak melepas hormon Oxytocin yang berfungsi sebagai painkiller.

via huffingtonpost.com
via huffingtonpost.com

Jadi inilah alasan kenapa tubuh kita menjadi lebih enak dan tenang saat dipeluk oleh orang yang kita sayangi dan cintai. Bahkan cukup dengan melihat fotonya saja, bisa menghilangkan rasa sakit.

6. Cinta Memiliki Banyak Nama

Berbeda dengan kondisi lain yang dialami manusia, cinta sangat kompleks. Jika kita sedang lapar, maka makanlah, maka lapar akan hilang. Tapi kalau cinta berbeda. Kita bisa punya cinta terhadap keluarga dan Kekasih.

via 7-themes.com
via 7-themes.com

Semua ini sangat kompleks dan tidak mudah dijelaskan. Karena itu orang di Yunani jaman dulu memiliki nama yang berbeda-beda untuk cinta. Seperti “Storge” untuk cinta keluarga, “Philia” untuk cinta terhadap teman, “Eros” untuk cinta romantis, dan “Agape” untuk cinta pada Tuhan.

7. Cinta Itu Complicated

Sebelum kita bisa jatuh cinta pada seseorang, kita harus attracted (tertarik) dulu kepada orang itu. Tanpa ketertarikan itu seseorang tak mungkin jatuh cinta. Lucunya ketika seseorang merasa tertarik, bagian otak yang menjadi aktif adalah otak kiri. Sedangkan ketika sudah jatuh cinta, maka yang aktif adalah otak kanan.

via theesocialguru.com
via theesocialguru.com

Alasan untuk bisa tertarik sebenarnya sangat subyektif. Tetapi umumnya faktornya berada di wajah, bentuk tubuh, dan kesamaan-kesamaan tertentu seperti hobby, pekerjaan, dll. Tetapi para ahli mengatakan bahwa para pasangan tidak boleh memiliki terlalu banyak kesamaan, karena akan mengalami kebosanan, dan juga tidak boleh memiliki terlalu banyak perbedaan karena akan merasa terasing. Nah bingung kan? hehehe

Gimana, sekarang sudah tau kan penjelasan ilmiahnya mengapa kita jadi “aneh” kalo lagi jatuh cinta atau patah hati? Ternyata tubuh manusia itu menyimpan banyak rahasia. Dan ini hanyalah sebagian dari rahasia itu.

 

Image: Love Chemicals via Shutterstock

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.