Mengapa Ibu-ibu Perlu Belajar Coding? Ini Alasanya

Onky | Media Sosial | 10 Aug, 2015

NGONOO.com – Ibu-ibu Masak? Itu sudah biasa, bagaimana jika ibu-ibu ini menjadi programer, ngoding gitu. Kalau membentuk komunitas menjadi mothers codingers, apalah itu sudah lupakan dengan nama komunitas. Baru-baru ini pemerintah akan memberdayakan ibu-ibu agar mereka bisa coding alias jadi programer. Untuk apa mereka belajar coding? Biar bisa ngehack atau menjadi hackerkah? ternyata bukan, ibu-ibu ini dididik supaya siap menghadapi pasar bebas ASEAN dan bisa melek dengan teknologi. Belajar coding? Sebenarnya bukan hal aneh bagi seorang perempuan, sudah banyak calon ibu yang sekarang sedang belajar coding di bangku perkuliahan, tinggal bagaimana pemerintah merangkul mereka-mereka untuk menjadi ekspert menjadi seorang programer.

Dilansir oleh nextren.com, ibu-ibu rumah tangga bakal diberdayakan untuk belajar coding (bahasa pemrograman). Hal itu diutarakan langsung oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf. “Kami (Bekraf) akan bikin kurikulum untuk ibu-ibu rumah tangga belajar coding,” ujarnya di sela acara pembukaan Popcon Asia 2015, di Jakarta, Jumat (7/8/2015).

Coding via Shutterstock

Coding via Shutterstock

Menurut Triawan, kemampuan coding saat ini juga diperlukan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), khususnya di bidang teknologi. “Perlu banget, karena misalkan untuk belajar HTML 5 itu masih sedikit sekali (sekolahnya), kita butuh tenaga-tenaga seperti itu,” ujarnya.

“Sehingga kalau MEA nanti jalan, maka kita sudah siap untuk bersaing,” imbuh triawan. Kurikulum untuk belajar coding bagi ibu-ibu rumah tangga itu menurut Triawan disiapkan bisa ditempuh dalam tiga bulan dan bisa dilakukan dari rumah.

“Kalau anak-anak kan bisa di sekolah, nah ibu-ibu ini nanti bisa dari rumah, bandwidth-nya juga sedang disiapkan,” katanya. Untuk melaksanakan program ini, Bekraf menurut Triawan bakal menggandeng sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang pemrograman. Namun Triawan belum bersedia mengatakan perusahaan apa saja yang digandeng Bekraf tersebut.

Rencananya, jika tidak ada halangan, program coding bagi ibu rumah tangga ini bisa dijalankan mulai akhir tahun 2015.

 

Gambar utama : Wanita Berhijab Sedang Ngetik via Shutterstock