FKY 27 Resmi Ditutup, Sampai Jumpa Lagi di FKY Tahun Depan

  • Share

NGONOO.com – Perhelatan seni tahunan, Festival Kesenian Yogyakarta ke-27 yang telah berlangsung selama 18 hari sejak 19 Agustus – 5 September 2015 di Taman Kuliner Condongcatur akhirnya berakhir tadi malam. Rangkaian acara yang menghias malam penutupan FKY 27 ini dimulai pada 19:30 WIB oleh Musik Uyu-uyu oleh karawitan Canda Nada. Dilanjutkan tari Golek Ayun-ayun oleh Sanggar Sekar Arum pada penampilan berikutnya.

Setelah penyerahan hadiah pada para pemenang lomba Melukis dengan Teknik Kolasi di Atas Talenan oleh Roby Setiawan yang menjabat sebagai Ketua Divisi Seni dan Kreatif FKY 27 dan pembacaan do’a oleh Bapak Juwas, Ishari Sahida sebagai Ketua Umum FKY membacakan Laporan Pelaksanaan FKY 27.

Selama pelaksanaan FKY 27, hampir 200.000 orang pengunjung menikmati suguhan tahunan ini. Itu berarti rata-rata lebih dari 10.000 orang setiap malam mengunjungi sajian kesenian serta pasar seni yang menawarkan berbagai produk kesenian dan kuliner ini. Pasar Seni FKY 27 sendiri, yang terdiri atas 107 tenan telah menghasilkan omset sekitar 1.7 milyar rupiah selama 18 hari ini, jumlah tersebut belum termasuk omset yang diperoleh kios-kios permanen yang ada di Taman Kuliner ini, dan di luar pendapatan dari kantong-kantong parkir yang mencapai lebih dari 117 juta rupiah.

Penutupan_by_Moks_DSC08960_resize

Selain dari sisi ekonomi, tahun ini FKY 27 melibatkan kurang lebih 2800 seniman dari berbagai disiplin seni. Mereka berperan serta dalam berbagai kegiatan pertunjukkan seni, karya seni rupa, workshop, lokakarya, dan diskusi-diskusi yang digelar di berbagai wilayah Yogyakarta.

Selama penyelenggaraan festival ini, berbagai macam program seni pertunjukan dan seni rupa di gelar di berbagai wilayah Yogyakarta. Hal ini menunjukan bahwa FKY telah mampu mengakomodasi kebutuhan aktivitas seni budaya, sebagai ajang presentasi karya dan juga etalase seni budaya.

Tak sedikit partisipasi warga dan seniman yang suka rela dan tanpa bayaran ikut andil besar membuat festival ini sukses. Bahkan bisa dibilang sekitar 50% biaya penyelenggaraan Festivak Kesenian Yogyakarta ini dibiayai warga dan seniman.

Cover

Dengan kondisi seperti itu, Ishari Sahida, mewakili segenap Panitia FKY 27, berpendapat, ”Hal ini seharusnya bisa menjadi masukan bagi pengelola negara untuk dapat memanfaatkan anggaran negara dengan lebih baik. Mumpung anak mudanya masih percaya dengan mereka. Mumpung anak mudanya masih kreatif. Mumpung anak mudanya masih mempunyai energi baik. Mumpung masih bisa didandani.”

“Banyak anak muda yang bersedia secara sukarela berpartisipasi dalam penyelenggaraan festival ini, dan berkat energi baik dari mereka, FKY 27 dapat terselenggara dengan baik pula. Terima kasih untuk semua pihak, dan juga bagi mereka yang telah menyebarkan hal-hal baik ini.” berkata pria yang akrab dipanggil Ari Wulu ini.

Usai laporan dari Ketua Umum FKY 27 tersebut, secara simbolis Drs. Umar Priyono, M.Pd., yang menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan DIY secara resmi menutup Festival Kesenian Yogyakarta 27 dengan memukul gong yang diikuti para ketua dan volunteer memukul bonang. Kemudian acara dilanjutkan dengan hiburan berupa lawak oleh Marwoto cs., kemudian suguhan musik dari Sawung Jabo yang membawakan lagu-lagu Hio, Badut, Bongkar, Bento, dan Di Atas Langit Masih Ada Langit.

Dan dengan berakhirnya acara di panggung utama di Taman Kuliner, maka berakhir pula seluruh rangkaian acara Festival Kesenian Yogyakarta ke 27 tahun 2015 ini. Sampai jumpa di FKY 28 tahun depan 😀

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.