Satelit Indonesia, Lapan-A2 Sukses Mengorbit di Ruang Angkasa

  • Share

NGONOO.com – Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) baru saja meluncurkan satelit baru mereka yang bernama Lapan-A2. Bekerjasama dengan India, satelit tersebut diluncurkan bersamaan dengan beberapa satelit dari negara lainnya, satu satelit nano buatan Kanada, dan empat satelit nano buatan AS yang masing-masing seberat 7 kilogram.

Lapan-A2 memiliki bobot 78 kilogram dan berdimensi 500 x 470 x 380 milimeter, satelit ini membawa misi pemantauan permukaan Bumi, identifikasi kapal laut, dan komunikasi radio amatir. Untuk misi pemantauan wilayah RI, satelit Lapan-A2 membawa kamera video analog dengan resolusi lima meter dan kamera digital dengan resolusi 3,5 meter.

satelit-a2-buatan-lapan_663_3823
Satelit Lapan-A2 via lapan.go.id

Satelit tersebut diluncurkan hari ini (28/09) pada pukul 10.00 waktu India atau pukul 11.30 WIB. Peluncuran satelit yang disiarkan secara langsung dari Sriharikota, India itu memperlihatkan berbagai tahap pelepasan.
Lapan-A2 sendiri akan diorbitkan dekat ekuator dengan inklinasi enam derajat pada ketinggian 650 kilometer dari permukaan Bumi. Dengan orbit dekat ekuatorial, LAPAN-A2 akan melintasi wilayah Indonesia 14 kali setiap hari dengan periode orbit 100 menit.

Dengan demikian, satelit ini dapat mendukung pemantauan wilayah nusantara dari luar angkasa. Satelit tersebut akan bergerak di cakupan enam derajat Lintang Selatan hingga enam derajat Lintang Utara. Lapan-A2 merupakan satelit ekuatorial pertama Indonesia yang sepenuhnya hasil pengembangan para peneliti dan perekayasa Lapan. Seluruh kegiatan perancangan, pembuatan, dan pengujiannya selesai pada Agustus 2012 di dalam negeri.

“Alhamdulillah, semua satelit sekarang sudah pada orbitnya, di ketinggian 650 kilometer,” kata Thomas Djamaluddin, Kepala Lapan.

satelit lapan a2
Presiden Joko Widodo saat meninjau Satelit Lapan-A2 sebelum diluncurkan (dok. akun Facebook Thomas Djamaluddin)

Selanjutnya, Lapan akan menguji beberapa fungsi satelit A2 melalui fasilitas mereka yang berada di Rancabungur Bogor. Hal pertama yang dilakukan yakni mengunduh data Power Control Unit Telemetry. Data tersebut terdiri dari informasi mengenai konsumsi daya listrik tiap komponen satelit, data sensor matahari pada enam sisi satelit, temperature tiap komponen satelit, dan timer sejak satelit mengalami separasi.

Selain itu Lapan juga akan berkerjasama dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) untuk menguji komunikasi melalui satelit tersebut. “Ini adalah tugas berat selama satu bulan ke depan,” kata Thomas.

Satelit Lapan-A rencananya akan difungsikan untuk menjalankan misi pemantauan lalu lintas kapal, operasi keamanan laut, perikanan, dan eksplorasi sumber daya kelautan Indonesia, satelit dilengkapi dengan Automatic Identification System (AIS). Teknologi ini dapat mendeteksi ribuan kapal dengan cakupan area pengamatan mencapai ribuan kilometer. Sementara itu, misi komunikasi amatir pada Lapan-A2 bertujuan untuk komunikasi pada kondisi darurat bencana dan kegiatan radio amatir dalam mendukung kepentingan nasional.

Gambar satelit via Shutterstock

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.