Ini Dia Fatimah Zahratunnisa, Hijabers Indonesia yang Jadi Juara 1 Kontes Menyanyi di Jepang

NGONOO.com – Baru-baru ini di berbagai sosial media mungkin kita sering mendengar nama Fatimah Zahratunnisa ya gaes. Yap, dialah hijabers muda asal Bandung, yang baru saja mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional lewat sebuah kontes menyanyi yang digelar di Jepang.

Fatimah berhasil menjadi pemenang pertama di ‘Nodojiman The World’. Kontes menyanyi berskala internasional yang diselenggarakan oleh Nippon Television (NTV) itu melibatkan 12 kandidat dari berbagai negara.

fatimah
Fatimah Zahratunnisa memenangkan ‘Nodojiman The World’ via instagram.com

Nodojiman The World merupakan kontes menyanyi bahasa Jepang untuk warna negara asing yang sudah digelar sejak 2011 lalu. Seluruh peserta wajib menyanyikan lagu J-Pop. Ajang ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara di dunia. Acara yang diadakan dua hingga tiga kali dalam setahun itu kini sudah memasuki edisi ke-13.

Dan untuk edisi terbarunya, Indonesia lah yang berhasil memenangkan kontes tersebut. Fatimah pun menjadi wanita pertama dan berhijab yang sukses menarik perhatian juri dengan suara emasnya. Wanita yang akrab disapa Ica ini berhasil mengalahkan 12 peserta lain yang berasal dari Amerika Serikat, Brazil, Jerman, Prancis, Italia, Kuba, Swedia, serta Chili.

Ica meraih juara setelah membawakan dua lagu berjudul ‘Goodbye Days’ yang dipopulerkan oleh Yui dan ‘Blue Bird’ dari Ikimonogakari. Saat bersaing di ‘Nodojiman The World’, mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Unpad) itu tetap memakai hijab dan tak disangka ia keluar sebagai pemenang.

fatimah 1

Mahasiswi 20 tahun ini tertarik mengikuti ajang ini karena dorongan teman-temannya saat ia menjalani program pertukaran pelajar antar negara di Tenri University, Jepang tahun lalu. Sebelum terpilih sebagai semi finalis dan diundang datang ke Jepang, wanita asal Bandung ini mengikuti audisi melalui internet. Ia diminta untuk mengirimkan video ke acara tersebut, dan berhasil lolos ke babak 12 besar.

Ica pun dihubungi oleh pihak penyelenggara pada Juli 2015 dan baru mengikuti proses menuju final di September lalu. Final berlangsung pada 30 September 2015 dan Ica keluar sebagai pemenang dengan mengalahkan 6.000 peserta lain dari seluruh dunia.

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.