Uni Emirat Arab Haramkan Manusia Tinggal di Mars, Kenapa ya?

  • Share

NGONOO.com – Sudah sejak lama manusia melakukan berbagai penelitian tentang planet Mars. Dengan harapan suatu saat nanti planet yang sering disebut-sebut dengan kembaran bumi tersebut bisa layak dihuni oleh makhluk hidup. Ditambah lagi belum lama ini NASA telah mengumumkan penemuan air di planet Mars. Hal tersebut tentu saja merupakan penemuan penting bagi penelitian tentang planet merah tersebut ya gaes.

Berbagai tanggapan pun bermunculan. Banyak yang bertanya-tanya, apakah dengan ditemukannya air di planet Mars semakin memungkinkan manusia untuk tinggal disana?

Nah seolah ingin menjabaw pertanyaan tersebut beberapa waktu yang lalu sebuah organisasi non profit yang berdomisili di Belanda bernama Mars One sudah berencana mengirimkan beberapa astronot untuk terbang ke planet tersebut pada tahun 2025 nanti. Organisasi yang berdiri sejak tahun 2011 ini ingin menggagas rencana konseptual untuk membangun koloni manusia permanen di Mars.

mars one roadmap
Rancangan tempat tinggal manusia di Planet Mars via Mars One

Namun rencana Mars One untuk mengirimkan para astronotnya untuk singgah di Mars rupanya ditentang oleh General Authority of Islamic Affairs and Endowment (GAIAE), sebuah lembaga otoritas pembuat fatwa di Uni Emirat Arab. Lembaga pemerintah tersebut langsung mengeluarkan sebuah fatwa yang melarang siapapun untuk menginjakkan kakinya di Mars. Mereka berdalih, upaya kolonialisasi manusia di Mars merupakan ide berbahaya. GAIAE memprediksikan bahwa para astronot tersebut, jika tetap pergi ke Mars, hidupnya akan berakhir dengan kematian yang sia-sia tanpa alasan yang benar.

Lembaga yang dipimpin oleh Profesor Dr Farooq Hamada tersebut menjelaskan bahwa larangan untuk tinggal pada planet di luar Bumi merupakan sebuah konsensus yang telah disepakati GAIAE. Mereka berpendapat, upaya manusia untuk tinggal di luar angkasa merupakan tindakan bunuh diri.

Namun, Mars One membantah apa yang telah dilontarkan GAIAE. Mereka menjelaskan bahwa misi tersebut tidak diciptakan untuk membunuh orang-orang. Mereka mengatakan, eksplorasi luar angakasa sama halnya dengan eksplorasi yang ada di Bumi, di mana dua-duanya pasti memiliki risiko. Mereka mengklaim, misi ini sudah terjamin keamanannya. Bahkan, sebelum mengirim para astronot, Mars One akan mengirim delapan kargo berupa kendaraan tak berawak untuk mengeksplorasi Mars terlebih dahulu.

“Kendaraan tak berawak (robot) ini akan mengecek beberapa titik lokasi di Mars agar kondisinya layak huni. Material alami seperti air dan oksigen akan dibuat, diatur dan dipersiapkan oleh robot tersebut di satu pemukiman untuk ditempati manusia nanti,” ungkap Mars One.

mars-one-b
www.mars-one.com

Walau begitu, Mars One tidak memandang pernyataan GAIE secara negatif. Mereka mengungkap, GAIAE berpendapat demikian karena mereka mungkin melihat infrastruktur pendukung Mars belum siap. Menurutnya, GAIAE seharusnya tidak terburu-buru dalam membuat fatwa larangan serta mempertimbangkan hal-hal yang telah diusahakan Mars One untuk membuat Planet tersebut aman untuk disinggahi.

Diungkap, ternyata sudah lebih dari 200 ribu orang, bahkan termasuk di antaranya 500 orang dari Arab Saudi, telah mendaftar untuk mengambil bagian dari misi besar-besaran ini. Tepat pada Desember lalu, Mars One telah menyeleksi sekitar 1.058 orang untuk terlibat di dalam proyek antariksa ini.

gambar orang arab via Shutterstock

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.