Playboy Tidak Akan Lagi Pasang Foto Bugil di Majalahnya

  • Share

NGONOO.com –Selama ini majalah Playboy memang dikenal sebagai majalah khusus pria dewasa yang seringkali menampilkan foto wanita polos tanpa busana. Jadi ga heran kalau majalah Playboy pun laris manis dan menjadi incaran para kaum adam.

Namun, seiring dengan perkembangan jaman dan juga teknologi, terutama dengan adanya smartphone membuat pose-pose panas mudah di lihat dan di akses. Hal tersebut mengakibatkan majalah bermuatan pornografi pun tak lagi sekomersial dulu. Penjualan pun mengalami penurunan drastis.

Seperti yang dilansir New York Times, sirkulasi Playboy menurun drastis dari 5,6 juta pada tahun 1970-an menjadi sekitar 800 ribu saja pada saat ini. Bahkan tak sedikit kompetitor Playboy harus gulung tikar. Demi menjaga eksistensi, Playboy pun memutuskan untuk melakukan perubahan besar-besaran.

shutterstock_261585020
Majalah Playboy via Emka74 / Shutterstock.com

Majalah yang diterbitkan pertama kalinya pada tahun 1953 di Amerika Serikat ini memutuskan untuk tidak lagi menampilkan gambar polos para model cantiknya. Menurut keterangan Playboy, keputusan besar itu diambil sebagai bagian dari desain baru mereka yang akan diluncurkan pada Maret 2016 nanti.

Meskipun tidak akan menampilkan gambar telanjang mereka tetap memastikan akan menyajikan pose-pose sensual dari para model wanitanya.

Keputusan mengejutkan ini sebenarnya sudah dibicarakan sejak bulan lalu. Saat Playboy mengadakan rapat redaksi besar yang menghadirkan pendiri sekaligus pemimpin redaksinya, Hugh Hefner.

CEO Playboy Scott Flanders menjelskan keputusan yang diambil ini bukanlah putusan mudah. Dia pun memastikan keputusan tersebut sudah diambil masak-masak. “Kami sudah bertempur dan menang. Namun, sekarang, hanya dengan satu kali klik (di internet) kamu bisa melihat gambar telanjang. Gratis lagi,” ucap Flanders.

Ga cuma pada majalah, situs Playboy pun juga telah meniadakan foto-foto telanjang, sebagian bertujuan membuka akses ke platform media sosial seperti Facebook dan Twitter. Dan hasilnya, popularitasnya di dunia maya pun semakin melejit.

Usia pengguna situs Playboy juga berubah, dari rata-rata 47 tahun menjadi 30 tahun. Sesuai dengan target pasar mereka yang baru: kaum muda. Ke depan Playboy bisa dibaca mulai usia 13 tahun ke atas.

CEO Playboy Scott Flanders sebelumnya pernah memprediksi bahwa ketelanjangan akan hilang dari majalah. “Anda boleh mendebat, namun bagi kami, gambar-gambar polos justru mengganggu. Menurunkan angka pembaca, alih-alih melipatgandakannya.” begitu ungkapnya.

gambar logo playboy via 360b / Shutterstock.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.