Ini Akibatnya Kalau Anak Sering Dibentak!

  • Share

NGONOO.com – Anak adalah permata yang sangat berharga di dunia. Susah payah seorang ibu mengandung dan mendidiknya , ehh ketika udah gedean dikit dimarah-marah karena si anak melakukan kesalahan yang tidak begitu besar, kan nggak lucu. Orang tua sekarang harus lebih teliti lagi mengenai pola dan tingkah laku anak, apapun kesalah yang telah dilakukanya bisa dibicarakan dengan cara yang baik-baik.

Anak itu berperilaku sebagaimana kita berperilaku kepadanya, jadi kurang lebih anak akan mencotoh apa yang sebenarnya kita lakukan, maka berilah contoh yang baik kepada anak. Jangan suka marah-marah kepadanya dan jangan menunjukkan sikap yang tidak baik didepan anak.

Dokter Amir Zuhdi ahli ilmu otak dari Neuroscience Indonesia mengatakan “Otak itu bekerja bukan hanya secara struktural, melainkan ada listriknya, ada hormonalnya. Ketika anak belajar neuronnya menyambung, berdekatan, antar-neuron semakin lama semakin kuat, sistem hormonal juga bekerja.”

Menurut Amir, ketika orangtua membentak anak, anak akan merasa ketakutan. Nah, ketika muncul rasa takut, produksi hormon kortisol di otak anak akan meningkat. Tingginya hormon kortisol itu akan memutuskan sambungan neuron atau sel-sel di otak. Selain itu, akan terjadi percepatan kematian neuron atau apoptosis.

shutterstock_315039935

Lalu, apa akibatnya jika neuron terganggu?

Amir mengungkapkan, banyak hal yang bisa terjadi soal dampak buruk suka membentak anak. Seperti

  • Proses berpikir anak menjadi terganggu
  • Sulit mengambil keputusan
  • Anak tidak bisa menerima informasi dengan baik
  • Tidak bisa membuat perencanaan, hingga akhirnya tidak memiliki kepercayaan diri.

“Neuron ini kan isinya file-file. Kalau dalam jumlah banyak (kematian neuron), dia jadi lelet,” kata Amir.

Amir menjelaskan, bagian otak anak yang pertama kali tumbuh adalah bagian otak yang berkaitan dengan emosi. Dalam bagian itu, paling besar adalah wilayah emosi takut. Itulah mengapa saat anak-anak akan mudah merasa takut.

Semakin sering dibentak dengan keras dan membuat anak takut, semakin tinggi pula kerusakan pada neuron. Menurut Amir, orangtua juga harus bisa mengelola emosi. Ketika anak berbuat salah, katakan salah dengan memberi pengertian tanpa membentak-bentak.

Semoga bisa membantu orang tua diluar sana, 🙂

(Sumber: Dian Maharani/Kompas Health)

Gambar: via Shutterstock

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.