ASUS Zenfone Max Pro M2

Tim 'Buangan' Liga Champions Malah Kurang Oke Main di Europa League

NGONOO.com – Liga Champions adalah kompetisi paling bergengsi antarklub di benua biru dan paling banyak ditonton oleh pecinta sepakbola dunia. Liga Champions memang menghadirkan pertandingan berkelas dengan penuh drama di dalamnya, dari pertemuan antar klub elit Eropa hingga pertemuan klub unggulan dengan klub non unggulan yang selalu memberikan kejutan seperti yang di alami oleh Arsenal dan Manchester United.

Selain Liga Champions, masih ada satu kompetisi antarklub Eropa yaitu Europa League. Kompetisi ini lebih dikenal sebagai kompetisi kasta kedua Eropa setelah Liga Champions atau di Indonesia biasa disebut sebagai Liga Malam Jumat, karena memang pertandingan tersebut berlangsung di malam Jumat waktu Indonesia.

Europa League kalah tenar dengan Liga Champions dengan beberapa alasan, salah satunya pamor klub dan pendapatan. UEFA selaku penyelenggara beberapa kali memperbaharui regulasi dengan memberikan jaminan bermain di Liga Champions untuk pemenangnya, hingga menaikkan uang penghasilan kala berpatisipasi di Europa League. Namun apa yang terjadi? Tetap saja kalah bersaing, tiap tim dari anggota UEFA menjadikan Liga Champions sebagai targetnya.

Hello Man Utd

Pertandingan terakhir fase grup Liga Champions di empat grup sudah berakhir, empat klub dipastikan turun kasta ke Europa League setelah hanya mampu finis di tempat ketiga, mereka adalah Manchester United, Shakhtar Donetsk, Galatasaray hingga juara bertahan Sevilla.

Khusus untuk Sevilla, pasukan Unai Emery sepertinya sudah mengincar posisi 3 dari awal, mungkin karena ingin bermain kembali di Europa League dan mencatatkan rekor sebagai tim pertama yang memenangkan Europa League tiga musim berturut-turut 😀

Bagi keempat tim yang turun ke kasta kedua ini jelas tidak bagus untuk mereka, kenapa?Berikut 5 alasannya.

1. Penghasilan Berkurang

 

Musim ini UEFA menaikan hadiah uang Liga Champions hingga 50 persen, dan sebagai tim juara akan mendapatkan uang sbesar 100 juta euro. Jumlah yang sangat menggiurkan bagi para peserta, terlebih mereka akan mendapatkan hadiah uang yang berbeda-beda tiap fase.

Jadi tak heran jika tiap klub berusaha sekuat mungkin untuk tidak terlempar ke kasta kedua. Disana penghasilnya lebih rendah dari Liga Champions.

2. Ada Gengsi

Wolfsburg

Akan terasa aneh jika melihat tim elit Eropa beramain Europa League, seperti Real Madrid, Bayern Munchen atau mungkin Barcelona. Apalagi jika dihadapkan dengan tim-tim yang kurang terkenal, aneg memang. Keberuntungan, kekautan dan daya juang tiap tim untuk bertahan di Liga Champions, namun selain itu ada gengsi di dalamnya.

Selain gengsi bagi klub itu sendiri, gengsi juga bagi fans. Ambil contoh yang lagi hangat yaitu gagalnya Manchester United. Fans mereka menjadi bulan-bulanan di dunia maya, ribuan meme muncul di timeline. Mungkin kamu salah satu yang merasaknnya.

3. Waktu Terlalu Mepet

Man United

Pertandingan Liga Champions diadakan di tengah pekan yaitu hari Rabu dan Kamis, dimana akhir pekan sebelumnya mereka telah memainka liga domestik. Beberapa pelatih bisanya menerapkan rotasi agar para pemain tetap bugar dan menjadi dari kemungkinan cedera.

Namun jika bermain di Europa League, tim peserta akan mendapatkan waktu lebih sedikit karena pertandingan di mainkan di hari Jumat dini hari WIB. Dimana akhir pekannya harus berkonsentrasi ke Liga domestik. Itulah mengapa lebih baik bermain di Liga Champions.

 

4. Daya Tarik Berkurang

Louis van Gaal

Daya tarik dari setiap tim berbanding lurus dengan keikutsertaan meraka di kompetisi bergengsi seperti Liga Champions. Jika mereka gagal dan terlempar ke kasta kedua, maka sudah dipastikan daya tarik sponsor akan hilang. Karena sponsor lebih suka dengan klub yang tampil baik dan terus bermain di kompetisi tertinggi.

Selain sponsor, daya tarik untuk mendatangkan pemain juga akan lebih mudah, pemain lebih suka bergabung dengan klub yang punya sejarah bagus di kompetisi tertinggi.

 

5. Mood Berkurang

Man Utd

Pelatih top yang membawa klubnya terlempar ke Europa League akan sedikit mengalami masalah, yaitu masalah mood. Pemain yang sudah bersemangat karena bisa tampil di Liga Champions harus menerima kenyataan jika klub mereka terlempar ke kasta kedua. Para pelatih mungkin akan sangat sulit menumbuhkan kembali rasa semangat yang ada di dalam diri pemain ini.

 

Jadi itulah mengapa bermain di Europa League Kurang Baik Bagi Tim ‘Buangan’ Liga Champions.

 

 

Gambar: Logo Europa League via Ververidis Vasilis / Shutterstock.com