Ini Dia Penjelasan Logis Kenapa Orang Korea Gampang Menangis

  • Share

NGONOO.com – Seiring dengan masuknya budaya K-Pop ke Indonesia, muncul juga berbagai macam serial Korea yang menyajikan kisah drama yang cukup menarik dengan kisah cinta, persahabatan, keluarga dan juga air mata.

Nah buat bro n sest yang sering nonton film drama korea, pernah ga sih dalam lubuk hati yang terdalam bertanya-tanya, kenapa sih di film atau drama Korea begitu banyak adegan menangis? Entah itu mbak-mbak yang lemah lembut, mas-mas dengan tampang cool, anak muda yang ceria, sampai orang tua semua sepertinya kebagian adegan menangis. Apakah memang dalam kehidupan sebenarnya orang Korea juga gampang menangis?

Dan ternyata jawabannya adalah iya gaes, pada kenyataannya memang orang Korea begitu sering menangis. Hal tersebut dijelaskan oleh Profesor Seong-Kon Kim, PhD kepada peserta The 2nd ASEAN-ROK (Republic of Korea), Next Generation Opinion Leaders Program. Sebuah program dari Korea Foundation selama 15-21 Nopember 2015 lalu.

adegan nangis2
Adegan nangis di salah satu drama korea

Profesor Seong-Kon pun menjelaskan dalam satu slide tentang pertanyaan banyak orang asing kenapa orang Korea gampang nangis.

“Ini menjadi pertanyaan banyak orang asing. Kalau Anda melihat drama Korea banyak menangis memang seperti itulah. Orang Korea tidak hanya menangis saat sedih tapi juga saat bahagia,” ujar mantan dekan di Seoul National University tersebut.

Menurutnya, menangis bukan hanya karena merindukan keluarga, ingat orangtua atau anak, tapi juga mengingat pengorbanan yang sudah dilakukan atau saat mengalami musibah.

adegan nangis
Adegan nangis di salah satu drama korea

Orang Korea juga akan menangis ketika bahagia, waktu lulus sekolah bahkan upacara penghargaan, saat yang seharusnya orang tersenyum cerah bukan menangis. Tapi tidak ada yang salah dengan budaya menangis orang Korea yang menurut Profesor Seong-Kon orang Korea memang mudah tergugah emosinya dan gampang iba.

Hal tersebut rupanya berhubungan erat dengan sejarah bangsa Korea Selatan sendiri. Kerasnya kehidupan di Korea dengan iklim yang ekstrem, dan sisa dijajah Jepang selama 35 tahun serta perang saudara dengan Korea Utara (1950-1953) membuat orang Korea begitu dekat dengan tangisan.

Sang profesor juga mengatakan, orang Korea sering menggunakan istilah menangis untuk menyebut benda atau peristiwa yang terjadi. Misalnya saja ketika burung bernyanyi orang Korea mengatakannya burung menangis, lonceng berbunyi dikatakannya lonceng menangis sampai bunyi derasnya aliran sungai disebutnya bunyi sungai menangis.

“Mungkin tidak ada negara yang mengalahkan Korea dalam menangis. Sepertinya ada yang salah di aliran air mata orang Korea,” begitu ungkap sang Profesor Seong-Kon.

via Liputan6

gambar mbak-mbak nangis via Shutterstock

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.