ASUS Zenfone Max Pro M2

Perjalanan 3 Finalis FIFA Coach of The Year Menjadi Pelatih Terbaik #1

NGONOO.com – Akhir bulan kemarin induk sepakbola dunia, FIFA telah memangkas 10 nama yang masuk sebagai nominasi Coach of The Year untuk sepakbola pria menjadi tiga nama. Tiga nama yang akan naik podium adalah Pep Guardiola, Luis Enrique dan Jorge Sampaoli. Khusus bagi Guardiola, ini keempat kalinya dia naik podium.

Mungkin bagi kamu yang selalu update tentang berita sepakbola dunia sudah tak asing dengan nama-nama di atas. Secara mereka adalah pelatih hebat yang menukangi klub top Eropa dan timnas yang sering kita dengar namanya juga. Kali ini kita akan membahas sisi lain dari tiga nama tersebut, dimulai dari Pep Guardiola.

Pep Guardiola

Pelatih yang mempunyai nama asli Josep Guardiola Sala ini lahir di Santpedor, Spanyol 44 tahu silam. Josep Guardiola Sala lebih sering di panggil Pep Guardiola atau Pep aja bisa. Pelatih berkepala pelontos ini mengawali karir sepakbola junior bersama Barcelona di umur 13 tahun.

Sebagai pemain, Pep sudah menghabiskan 11 tahun bersama Barcelona, 17 gelar persembahkan bagi klub. Dibawah asuhan Johan Cruyf, Pep Guardiola disulap menjadi seorang gelandang luar biasa dengan umpan-umpan akuratnya. Walaupun minim gol, tapi perannya di lini tengah Barca sangatlah fital.

Pelatih Bayern Munchen ini berkelana selama 7 tahun bersama klub lain, Pep Guardiola kembali ke rumah sebagai pelatih Barca B musim 2007-08. Dimusim perdananya, mantan pemain AS Roma tersebut bisa mempromosikan Barca B ke Segunda B, kompetisi kasta ke tiga di La Liga Spanyol.

Pep Guardiolan via Fc Barcelona

Pep Guardiolan via Fc Barcelona

Musim selanjutnya, Pep ditunjuk menjadi suksesor Frank Rijkaard. Banyak yang meragukan kemampuan sang pelatih baru tersebut karena Guardiola hanya mengantongi satu tahun pengalaman membesut Barcelona B, bahkan usianya ketika itu masih muda, baru 37 tahun.

Tapi Guardiola membungkam para peragu dengan mempersembahkan enam gelar dalam satu tahun kalender bagi Barcelona yang belum pernah di raih oleh pelatih Barca sebelumnya. Barcelona era Guardiola memperkenalkan permainan cantik dengan menyempurnakan gaya tiki-taka dari Johan Cruyff. Dengan gaya permainan seperti itu, Barca bisa mempermalukan Real Madrid 6-2 di Bernabeu dan di Camp Nou dengan skor 5 gol tanpa balas.

Selama menjabat sebagai pelatih Barcelona dari periode 2008-2012, Guardiola sudah tiga kali naik podium sebagai FIFA Coach of The Year dan salah satunya doi terpilih menjadi yang terbaik.

Pep Guardiola via Goal

Pep Guardiola via Goal

Musim 2013-2014 ia resmi menjadi pelatih Bayern Munchen, musim perdana berjalan sangat baik. Guardiola langsung mempersembahkan 4 gelar di tahun itu juga. Berlanjut musim kedua, The Bavarians mengunci gelar Bundesliga lebih cepat disaat laga menyisakan tujuh pertandingan.

Kemenangan prematur tersebut diyakini oleh para pemangamat yang mengakibatkan Bayern Munchen kehilangan gelar lainnya dari DFB Pokal, Super Cup hingga Liga Champions. Di pertandingan DFB Pokal, Munchen kalah di babak semifinal oleh Borussia Dortmund lewat adu pinalti, hal serupa juga terjadi di perebutan Super Cup Jerman. Menghadapi Wolfsburg sang juara DFB Pokal, Munchen lagi-lagi dikalahkan lewat drama adu pinalti.

Walaupun hanya meraih satu gelar di tahun 2015, Guardiola masih menjadi salah satu pelatih favorit untuk merebut gelar Coach of The Year tersebut.