Asosiasi Sepakbola Inggris atau FA telah membuat sebuah kode etik baru yang mengatur para pemainya (Inggris) dalam beraktivitas di media sosial. Tak ingin kecolongan lagi, PSSI-nya Inggris ini merilis ‘kitab’ media sosial.
FA beberapa kali ditampar oleh kelakukan anak asuhnya di media sosial khususnya Twitter. Sebut saja ulah Ashley Cole dan Ryan Bertand beberapa waktu lalu di linimasa. Ini belum ditambah ulah pemain lain di masa lalu. Misalkan saja Joey Barton dan Rio Ferdinand.
Untuk itu FA merasa harus mengeluarkan sebuah kode etik baru bagi para pemainnya agar kelakukan mereka di media sosial sedikit terjaga. FA harus memberikan pagar dan batas hingga enam butir aturan.
Salah satunya adalah pelarangan menggunakan media sosial bagi pemain Inggris selama 24 jam sebelum kick off pertandingan dimulai di kompetisi apapun.
Kode etik ini akan mulai berlaku mulai bulan November mendatang. Anehnya FA menklaim jika aturan tersebut telah diterapkan sebelum kasus yang melanda Ashley Cole dan Ryan Bertand di Twitter. Demikian laporan Goal.com.
‘Kitab’ media sosial ini diharapkan mampu mengontrol anak buah Roy Hodgson (pelatih Timnas Inggris). Salah satu butir aturan lain yakni tidak diperkenankannya berkomentar melalui Facebook dan Twitter sehari sebelum pertandingan kecuali pernyataan resmi.
FA tak main-main dengan aturan barunya. Bagi mereka yang melanggar, sebuah sanksi indisipliner telah menunggu. Jangankan diskorsing, tak dipanggil namanya di squad Three Lions Inggris pun akan dilakukan FA bila perlu.
Berarti ini para pemain jadi terlalu serius? 🙁
batal ke EPL aja klo gini 🙁
Peraturan dibuat untuk dilangar *yes!*.
Akun twitternya Ibrahimovic malah nge-tweet terus pas si ibra lagi main di lapangan. #eh
Akun bot pasti #eh
harus nya Universitas dan sekolahan dii indonesia bikin kitab kek gini.
serasa dibui