Pria Ini Bangkrut Gara-gara Celana Dalam

  • Share

NGONOO.com  Celana dalam sepertinya adalah salah satu benda yang wajib untuk dimiliki oleh setiap orang. Karena hampir setiap hari dan setiap saat orang selalu memakai celana dalam. Tapi gimana jadinya ya gaes, kalo gara-gara celana dalam seseorang jadi bangkrut?

Tapi itulah yang terjadi pada seorang pria asal Inggris bernama Curt Almond. Pria yang bekerja sebagai manager sebuah restoran ini terancam bangkrut dan terlilit hutang gara-gara celana dalam. Lho kok bisa?

bangkrut gara-gara celana dalamCurt Almond dan celana dalam koleksinya

Jadi ni gaes, selidik punya selidik ternyata Mas Almond ini punya kebiasaan beli celana dalam baru setiap harinya. Ga tanggung-tanggung celana dalam yang ia beli adalah celana dalam bermerk yang harganya cukup mahal, yaitu celana dalam merk Calvin Klein. Dan gilanya, setiap hari pria tersebut selalu memakai celana baru yang setelah dipakai lalu ia buang begitu saja alias cuma sekali pakai. :O

Pria berumur 26 tahun ini harus mengeluarkan uang sejumlah 40 pound sterling atau setara Rp 750 ribuan untuk membeli celana dalam baru. Dan total ia telah menghabiskan 2.000 pound sterling atau sekitar Rp 38,7 juta untuk semua celana dalam Calvin Klein yang ia miliki.

Lama kelamaan Almond sepertinya tersadar akan kebiasaan buruknya tersebut. Yang membuatnya sadar pastinya adalah keuangannya yang mulai menipis, ia mengaku harus meminjam uang kepada ibunya dan mencari pekerjaan sampingan demi memenuhi kebiasaannya membeli celana dalam baru (duh, ampe segitunya ya gaes). Tapi tenang, mas Almond sekarang udah beneran membendung kebiasaan buruknya membeli celana mahal yang hanya sekali dipakai. Ia kini memilih untuk mencuci celana dalamnya, daripada harus benar-benar bangkrut dan terlilit hutang yang lebih banyak lagi hanya demi celana dalam.

celana dalam via Shutterstock

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.