AHK-Toong BAY-Bi: Sebuah Album Kompilasi

cover q magazine ahk-toong bay-bi

Q Magazine, sebuah majalah musik dari Inggris, menyelipkan sebuah bonus keren pada edisinya yang terbit pada tanggal 25 Oktober lalu. Bonus tersebut adalah sebuah CD album bertajuk AHK-toong BAY-bi Covered. Ya, album ini memang berisi lagu-lagu dari album Achtung Baby milik U2, namun dibawakan oleh artis lain. Masing-masing artis itu sendiri memiliki nama besar dan jenis musik yang berbeda. Sebutlah di antaranya: Nine Inch Nails, The Killers, Jack White, dan Snow Patrol. Hm, keren kan? Album ini dirilis untuk merayakan ulang tahun Q Magazine yang ke-25, dan juga perayaan 20 tahun album Achtung Baby yang dirilis reissue-nya tanggal 31 Oktober lalu. Sayangnya, sebagai sebuah bonus majalah, album ini agak sulit ditemui. Bahkan toko online resmi U2 yang berusaha membantu para penggemar pun kehabisan (paling tidak sampai artikel ini saya buat). Tapi tentu saja album ini bisa didapat di tempat lain. Di Itunes Store misalnya.

Berikut adalah daftar artis beserta lagu yang dibawakannya:

  1. Nine Inch Nails – Zoo Station
  2. U2 (Jacques Lu Cont Mix) – Even Better Than The Real Thing
  3. Damien Rice – One
  4. Patti Smith – Until The End Of The World
  5. Garbage – Who’s Gonna Ride Your Wild Horses
  6. Depeche Mode – So Cruel
  7. Gavin Friday – The Fly
  8. Snow Patrol – Mysterious Ways
  9. The Fray – Trying To Throw Your Arms Around The World
  10. The Killers – Ultraviolet (Light My Way)
  11. Glasvegas – Acrobat
  12. Jack White – Love Is Blindness

Lalu, bagaimana dengan cover version yang dibawakan oleh para artis di atas? Tanpa mengurangi bobotnya, ada beberapa kesan yang ingin saya sebutkan. Nine Inch Nails membawakan Zoo Station dengan lebih halus, tidak se-industrial yang saya pikir sebelumnya. Lalu, Damien Rice secara brilian membawakan One dengan lebih subtil, menghanyutkan. Tapi The Killers, mereka kurang memberi kejutan. Menurut saya mereka masih terdengar “terlalu U2”. Sementara Jack White, dengan keberhasilan yang sama dengan Damien Rice walau berbeda gaya, membuat Love is Blindness terdengar lebih garang, lebih pahit.

Secara keseluruhan, album ini memuaskan. Sesuai dengan kesan pertama saat melihatnya, juga sesuai sebagai sebuah perayaan terhadap pencapaian sebuah media dan penghargaan terhadap album aslinya. Keren.

Yo, ngonoo.

Responses (3)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.