Death of RIM

Sungguh menarik mengikuti perkembangan perusahaan Research In Motion (RIM) yang memproduksi gadget Blackberry. Perusahaan yang begitu jaya di era 1990 – 2007. Kehancuran RIM bermula dari kedatangan iPhone dan diluncurkannya Android oleh Google. Namun kehancuran sebenarnya adalah saat RIM tidak mampu memenuhi keinginan pelanggan setianya, apa itu? mereka menginginkan gadget yang lebih atau sepqadan dengan iPhone atau Android.

Namun di Indonesia sebagai ‘Negara Blackberry’, RIM masih memiliki pasar yang besar, namun RIM tidak boleh berdiam diri, tantangan sebenarnya adalah bagaimana membuat gadget yang powerfull, smart dan user friendly serta bercitarasa lokal.

Ingin mengikuti arah perkembangan RIM? berikut kami sajikan infographic-nya.

Death of RIM
Created by: MBAOnline.com

Yo Ngonoo kui..

Responses (19)

  1. namun realita di lapangan masih banyak orang mencari BB,  karena pengguna 
     iPhone dan Android  biasanya orang2 yang udah khatam mainan Hp 😀 , nah pengguna seperti itu masih sedikit di negara kita indonesia tercinta 😀

  2. mampus lah
    sukurin
    biar gada bocah alay yang so so an
    “bagi PIN dong”
    hoeeeek

  3. Jangan menutup mata karena untuk saat ini blackberry masih merajai di sekitaran kita, mulai dari keluarga, teman, partner kerja, rekanan bisnis di banding ponsel Android / iPhone.

    Walaupun secara aplikasi monoton berbeda dengan inovasi aplikasi dari iPhone dan Android, namun tak bisa tertandingi adalah kecepatan email dan kesetabilan messenger di blackberry jauh lebih unggul.

    Semoga Blackbery cepat mati

    1. Hehe.. kecepatan email mah sama aja mas/mbak. Teknologinya juga pake push. Kalo masalah messenger sih juga sama aja. :))

  4. bener sih, messenger lain juga gak se-asik blackberry. mau itu whatsapp catfiz segala macem masih blom bisa nyaingin bb. artikel ini saya ulas juga di blog saya, silahkan mampir ke http://bit.ly/Jlf6sg thanks 😀

  5. Kecewa terhadap keputusan RIM yang membangun basis di Singapura. Seharusnya, RIM melirik Indonesia sebagai negara yang mendongkrak penjualan BB. Apakah ini wijud penghianatan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.