Menggunakan Smartphone Terlalu Lama Bisa Terkena Denda 20 Juta

  • Share
Anak Kecil Lagi Mainan Smartphone
Anak Kecil Lagi Mainan Smartphone

NGONOO.com – Dalam kurun satu tahun terakhir hampir semua orang tidak bisa lepas dari gadgetnya, baik itu smartphone maupun tablet. Makanya saat ini bukan merupakan suatu hal yang aneh jika dalam kegiatan apapun orang-orang pasti selalu memainkan gadgetnya.

Fenomena ini melanda hampir di semua negara di dunia ini, termasuk juga Indonesia. Mungkin kalian sering melihat ada sekelompok orang duduk di dalam satu meja tapi tidak saling mengobrol, mereka lebih sibuk dengan gadget masing-masing daripada mengobrol bersama temannya. Entah itu chatting, internetan, ngegame, dan hal-hal lainnya.

Bahkan yang lebih parah lagi jika hal tersebut terjadi di dalam suatu keluarga, dimana sesama anggota keluarga seharusnya berkumpul bersama untuk menjalin komunikasi, eh yang ada malah pada sibuk sama gadget masing-masing. Memang benar kalau ada istilah yang mengatakan, media sosial tuh menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.

Eh tapi ternyata fenomena tersebut gak hanya terjadi di Indonesia aja loh gais, melainkan terjadi juga di luar negeri. Seperti Taiwan misalnya. Bahkan pemerintah Taiwan sampai harus mengeluarkan larangan bahwa anak yang masih berumur 3 – 18 tahun tidak boleh menggunakan gadget terlalu lama.

Batas waktu penggunaan gadget tersebut adalah 30 menit, dan jika ada orang tua yang terbukti memberikan ijin atau sengaja membiarkan anaknya bermain gadget lebih dari 30 menit maka akan diberi sanksi denda sebesar kira-kira 20 juta rupiah. Wah denda yang sangat banyak untuk peraturan sepele seperti itu.

Ibu Lagi Ngajarin Anaknya Pakai Smartphone
Ibu Lagi Ngajarin Anaknya Pakai Smartphone

Tentu saja dengan adanya peraturan baru tersebut banyak sekali pihak yang menolaknya. Mereka beranggapan bahwa pemerintah terlalu mengekang hak privasi warganya. Pemerintah Taiwan sendiri membuat peraturan tersebut lantaran banyak sekali anak di bawah umur yang terlalu sering menggunakan gadgetnya, terutama untuk bermain game.

Memang tidak semua pihak menolak peraturan baru pemerintah Taiwan tersebut, ada juga pihak yang malah mendukungnya. Tapi tetap aja yang membuat bingung adalah bagaimana pemerintah Taiwan bisa memonitor seluruh anak di bawah umur yang menggunakan gadgetnya ya. Kalau si anak berada di tempat umum sih mungkin bisa dimonitor dengan bantuan cctv yang tersebar di seluruh kota, tapi kalau si anak memainkan gadgetnya di rumah apa iya bisa dimonitor? Kan gak bisa.

Selain itu dokter mata di Taiwan sana juga berpendapat bahwa jumlah pasien anak kecil semakin meningkat di era digital ini. Mereka terlalu sering dan terlalu lama menatap layar gadgetnya, dan hal itu akan berdampak untuk penglihatan mereka di masa mendatang. Memang sih semua hal yang berlebihan itu gak baik ya gais.

Ya udah gais, kalian gak usah ikut mikir gimana caranya pemerintah Taiwan memonitor anak di bawah umur saat mereka menggunakan gadgetnya, biarkan aja itu menjadi PR buat pemerintah sana.

Gambar: Anak Kecil Lagi Mainan Smartphone via Shutterstock

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.