Inilah Isi Sepucuk Surat dari Salah Satu Terpidana Mati Narkoba

  • Share
Ketok Palu

NGONOO.com – Akhir pekan ini, tepatnya pada Minggu (18/1/15) ini Indonesia dihebohkan dengan dieksekusinya 6 terpidana mati atas kasus narkoba dalam jumlah cukup besar. Timbul pro dan kontra atas dilakukannya eksekusi tersebut, baik dari kalangan masyarakat maupun kalangan elit. Bahkan, Brasil dan Belanda, menarik dua duta besarnya ke negaranya masing-masing setelah pengampunan yang diajukan untuk warga negaranya tak dituruti Presiden RI.

Istri Namaona Denis dan Pengacara
Istri Namaona Denis dan pengacara. (Liputan6.com/Idhad Zakaria)

Dari keenam terpidana mati yang 5 diantaranya adalah WNA (Warga Negara Asing), ada salah satu yang beristrikan orang Indonesia, yaitu Namaona Denis (48) warga negara Malawi. Sebelum dieksekusi, Namaona sempat menuliskan sepucuk surat yang dibacakan oleh sang istri, Retno Dewi.

Berikut isi sepucuk surat yang ditulis oleh Namaona :

Assalamualaikum.

Saya Namaona Denis…orang miskin yang bangkrut dan terpaksa menjadi kurir.

Saya bukan bandar narkoba. Kepada Bapak Presiden dan seluruh rakyat Indonesia, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan saya karena sebagai manusia, saya tidak lepas dari kesalahan.

Perubahan hukuman saya dari seumur hidup menjadi pidana mati telah 14 tahun merampas keadilan yang sampai saat ini saya perjuangkan.

Saya mohon kepada masyarakat memahami perjuangan saya memperoleh keadilan agar tidak ada orang lain mengalami perlakuan seperti saya. Karena ternyata berkelakuan baik dan patuh pada aturan hukum di negara ini saja tidak cukup untuk memperoleh keadilan.

Karena itu, melalui surat ini, saya masih terus memperjuangkan keadilan yang tidak pernah saya dapatkan.

Dan atas nama saya dan keluarga, berkali-kali saya memohon ampun kepada Alloh dan meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

Wassalam mualaikum warohmatulohi wabarokatuh.

Selain Denis, ada lima terpidana lain yang sudah dieksekusi yaitu Ang Kim Soei (62) warga negara Belanda,Daniel Enemua (38) warga negara Nigeria, Marco Archer Cardoso Mareira (53) warga negara Brasil,Tran Thi Bich Hanh (37) warga negara Vietnam dan Rani Andriani atau Melisa Aprilia (38) yang menjadi satu-satunya warga negara Indonesia yang dieksekusi.

Gambar : Ketok Palu Via ShutterStock

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.