Mata Pelajaran TIK Dihapus, Gimana Tanggapanmu Bero dan Sist?

  • Share
Anak anak belajar komputer

NGONOO.com – Udah pada tau kan pelajaran TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)? Itu lho, pelajaran yang ada di sekolah-sekolah dan memperkenalkan soal tetek bengek informatika. Ane baru tau ternyata pelajaran TIK udah dihapus dari kurikulum 2013 bero dan sist.

Alasan pertama Mata Pelajaran TIK Dihapus

Ini mulai sedikit serius. Jadi, alasan penghapusan mata pelajaran TIK itu karena anak SD aja sudah bisa internetan, jadi tidak perlu dimasukan ke mata pelajaran. TIK harus menjadi alat bantu bagi pelajaran lain, sehingga harus secara otomatis dikuasai oleh siswa dan guru.

Sanggahan keren

Ini yang aneh, terus ane baca-baca tuh ada yang berpendapat keren begini :

“Kalau anak SD bisa internetan terus ga perlu pelajaran TIK, ngapain ada pelajaran bahasa Indonesia kalau anak SD bahkan yang belum sekolah sudah bisa bahasa Indonesia?”

Padahal kemajuan internet di Indonesia ini lagi jos-josnya. Diperkirakan tahun 2013 itu ada sekitar 75 juta pengguna internet di Indonesia, dan akan mencapai 100 juta pada tahun 2015. Lha kok malah pelajaran penting begini dihilangkan?

Alasan kedua Mata Pelajaran TIK Dihapus

Alasan lainnya, jika pelajaran TIK dimasukan dalam kurikulum,  artinya Pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarana semisal Lab. komputer bagi sekolah-sekolah, khususnya yang berada di desa. Padahal, di pelosok negeri masih banyak yang listrik aja susah, apalagi mbangun jaringan internet misalnya.

Ya memang kenyataanya begitu, tapi apa solusinya pelajaran itu harus dihilangkan? Bukannya tanggung jawab pemerintah untuk memberikan pendidikan yang layak bagi seluruh putra bangsa ini? (Cieehh seriuss)

Kalau anak-anak pegang hengpun bisa buka google, bisa main game di gadget itu sudah dianggap mampu dalam hal TIK, sebaiknya pelajaran bahasa Indonesia, pelajaran olahraga, juga turut dihapus yah.

Belum lagi bero, guru TIK katanya tidak dibuang, melainkan dialihkan menjadi guru-guru lain, misalnya guru BP atau guru olahraga mungkin.

Jadi, kemarin ane baca di detik, ada surat cinta dari salah satu tokoh TI Indonesia, Onno W. Purbo yang juga menyuarakan bahwa sebaiknya Mendiknas kembali mempertimbangkan penghapusan TIK tersebut.

Coba bayangin kalau guru TIK jadi guru olahraga :

“Baiklah anak-anak, sekarang kita akan olahraga melemaskan tangan. Kalian ambil keyboard masing-masing, lalau belajarlah mengetik dengan cepat dan tepat di lapangan agar tangan kalian sehat”

Atau misalnya jadi guru BP menghadapi anak bandel yang pelajarannya ngulang terus:

“Sepertinya otak kamu harus di install ulang nak, karena defrag tidak mempan, dan system recovery juga tidak jalan. Mungkin kamu terlalu banyak mikir diputus pacar, sehingga memory usage otak kamu overload. Atau bisa juga, prosesor kamu masih single-core disaat yang lain udah pakai quad-core, sehingga selalu not responding saat menerima pelajaran”

#Duhh..suarakan pendapatmu bero dan sest,

Dikumpulkan dari berbagia sumber

Gambar Anak-anak ngeliatin monitor Via ShutterStock

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.