Hari Aids Sedunia 1 Desember 2014, Apa Pentingnya?

Simbol HIV
Simbol HIV

NGONOO.com – Hari ini bero, 1 Desember 2014 merupakan peringatan “Hari Aids Sedunia”. Kalau Aids saja diperingati, kenapa tidak ada hari galau nasional? Ingat bero, penyakit HIV/AIDS ini tidak mengenal kamu jomblo atau punya pacar 10. Karena penularannya sendiri bukan saja melalui hubungan seksual, tetapi ada banyak jalan penyebaran Aids. Jadi, tetap saja kita harus waspada.

Sejarah Hari AIDS Sedunia

Peringatan Hari Aids di Jakarta
Peringatan Hari Aids di Jakarta. (Liputan6)

Sebenarnya, hari Aids sedunia sudah dicetuskan sejak tahun 1987 silam. Tepatnya oleh om James W. Bunn dan Thomas Netter dari salah satu divisi kesehatan di WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia. Keduanya menyampaikan ide tentang peringatan hari Aids tersebut kepada Direktur Program AIDS Global (UNAIDS) yaitu Dr. Jonathan Mann. Setelah ide tersebut disetujui, barulah peringatan Hari AIDS sedunia pertama kali dilakukan pada 1 Desember 1988.

Jadi gitu gaes, peringatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesadaran semua orang di dunia bahwa ada sebuah penyakit berbahaya yang ada di sekitar kita bernama AIDS. Penyakit Aids disebabkan oleh penyebaran virus HIV yang akan merusak sistem kekebalan tubuh kita, sehingga sangat rentan terhadap penyakit-penyakit lain yang akan masuk.

Penyebaran dan penularan HIV/AIDS

Hubungan seksual

Penyebaran HIV/AIDS yang paling dikenal memang melalui seks bebas yang saat ini sudah cukup merajalela. Jadi gaes, jangan melakukan hal-hal yang itu selain dengan pasangan sah kamu yaks, itu bahaya. Meski tidak menjamin, tapi ini sangat meminimalisir agar kamu aman dan terhindar dari HIV/Aids.

Transfusi darah

Penggunaan jarum suntik secara bergantian tanpa ada proses sterilisasi juga berpotensi menjadi sarana penyebaran AIDS. Kasus ini lebih sering menimpa para pengguna narkotika yang menggunakan jarum suntik secara bergantian. Ga enak kan bero? Udah kecanduan narkoba, potensi AIDS pula. Tapi bukan itu saja, karena banyak hal lain yang menggunakan jarum suntik juga tetap berpotensi menyebarkan AIDS. Misalnya peyuntikan obat, imunisasi, alat tindik, tato, dan facial wajah, dll.

Air susu ibu

Jika seorang ibu hamil positif HIV, yang kemudian melahirkan bayinya dengan normal melalui alat kelamin (tanpa operasi), juga berpotensi besar melahirkan bayi yang positif HIV. Kemungkinan peyebaran melalui cara ini mencapai 30 %, yang artinya dari 10 kelahiran dari seorang ibu positif HIV/AIDS, ada kemungkinan besar sebanyak 3 bayi menjadi positif HIV.

Bagaimana dengan ciuman?

Ini sepertinya juga banyak dikhawatirkan orang menjadi penyebab penularan AIDS. Padahal sebenarnya ciuman, bersenggolan, atau berpelukan tidak menularkan AIDS. Beda soal, kalau ada luka di bibir atau mulut misal sariawan, maka penyebaran virus HIV bisa terjadi melalui ciuman. Selain itu, makan minum bersama, pemakaian alat makan minum bersama, pemakaian fasilitas umum, juga tidak menularkan HIV.

Meskipun itu berbahaya, tetapi kita justru harus kasih support untuk orang-orang yang menderita HIV/Aids, bukan menjauhi mereka. Tep semangat gaes, dan mari bersepeda.

Gambar : Simbol HIV Aids Via ShutterStock

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.