Ini Dia Alasan Logis Kenapa Iron Man dan Captain America Ga Bisa Ngangkat Palu Mjolnir Thor

NGONOO.com – Adegan yang bisa dibilang paling berkesan di film Avengers: Age of Ultron yang tayang awal tahun 2015 lalu salah satunya adalah adegan saat Iron Man, Captain America, dan Hulk yang mencoba mengangkat palu Mjolnir milik Thor. Dan hasilnya mereka semua gagal menganggkat palu tersebut, padahal mereka udah menggunakan kekuatan super-nya lho.

Bro n sest penggemar Marvel pasti tau dong kalo dari awal kemunculannya, Thor sang superhero dari Asgard ini memang ga bisa lepas dari palu Mjolnir miliknya yang punya kekuatan dahsyat yang terbuat dari bahan khusus.

palu thor
Captain America saat mencoba mengangkat Mjolnir

Menurut cerita dalam komik Marvel edisi Thor’s Hammer (1991), Mjolnir disebut dibuat dari Uru, yakni logam khusus yang sangat kuat, berjumlah terbatas dan hanya ada di Asgard. Logam fiksi Uru sendiri diceritakan memiliki berat hanya 42,3 pounds atau sekitar 19,187 kilogram. Artinya, beratnya lebih ringan daripada 300 miliar anak tikus. Jadi, kalo dihitung berat volumenya, maka diperkirakan sekitar 2,13 gram/sentimeter kubik. Nah pertanyaannya, kenapa para superhero yang punya kekuatan super itu ga bisa mengangkatnya?

palu thor3
Robert Bruce Banner (Hulk) mencoba mengangkat Mjolnr

Suveen Mathaudhu, seorang program manager divisi materi sains di U.S. Army Research Office, pun berteori. Menurutnya, logam Uru terbentuk dari unsur hidrogen metalik. “Beberapa prediksi mengenai kepadatan hidrogen metalik masih seputar kisaran, memerlukan kondisi ekstrem untuk membentuk hal tersebut, dan dapat jadi sumber energi yang luar biasa. Jadi dimungkinkan jika unsur tersebut berasal inti planet, seperti Jupiter, dan pada inti matahari atau bintang lainnya,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Jim Kakalios, seorang profesor di Sekolah Fisika dan Astronomi Universitas Minnesota dan pengarang Fisika Superhero dan Kisah Mengagumkan Mekanika Quantum pun menjelaskan soal alasan ilmiah di balik ketidakmampuan Captain America dan Iron Man untuk mengangkat palu Thor di meja dalam film Avengers: Age of Ultron. 

ironmanhandthor

Menurut Jim, jawabannya ada pada Hukum Newton tentang fisika gerak yang berbunyi bahwa objek diam akan tetap diam jika tidak ada jaringan kekuatan yang beraksi terhadapnya. Kunci untuk menjelaskan ketidakmampuan Iron Man dan Captain America untuk mengangkat Mjolnir ada pada kata di kalimat terakhir, yakni ‘jaringan’.

Ditambahkan Jim, saat palu diletakkan di atas meja, ada gaya tarik ke bawah yang menimpanya, yakni gravitasi antara massa martil dengan massa bumi, yang disebut gravitasi berat dan gaya berlawanan dari meja yang menyangga si palu. Gaya berlawanan ini dalam fisika disebut gaya normal yang beraksi dalam garis tegak lurus dari permukaan apa pun. Secara fundamental, gaya ini adalah gaya elektrostatis alami.

palu thor2
Tony Stark mencoba mengangkat Mjolnir

Oleh karena itu , pas Tony Stark mencoba mengangkat Mjolnir pake tangan mekanik Iron Man, ia mengeluarkan gaya tolak ke atas berlebihan, lebih besar dari berat palu, tapi si palu tetap diam. Lalu darimanakah gaya gravitasi itu tambahan berasal? Ia menyimpulkan bahwa asalnya adalah unsur logam Uru yang berasal dari inti bintang atau planet. Jadi, jika benar-benar berasal dari situ, maka secara otomatis palu tersebut memiliki kekuatan gravitasi yang luar biasa alias graviton–menurut istilah sains superhero.

Logikanya, saat objek memiliki gaya gravitasi tambahan, maka ia pun mampu meningkatkan bobot bendanya. Berdasarkan alasan itulah, saat mereka mencoba memberi gaya tolak ke atas, logam Uru langsung meningkatkan bobot palu agar tak bisa terangkat. Martil pun tetap bergeming. Beban yang berat itu tidak akan merusak meja, karena logam Uru hanya akan mengeluarkan graviton cukup untuk menyeimbangkan gaya angkat agar palu tetap diam. Begitu gaya angkat berhenti, emisi graviton palu saat itu juga menghilang.

thor
Thor dan palu Mjolnir miliknya

Kemampuan logam Uru untuk mengubah interaksi dengan medan gravitasi juga menambah keistimewa Mjolnir lainnya, yakni ketika dilempar ia bisa mengubah arah, sasaran dan bergerak, seperti kemauannya sendiri, lalu kembali ke tangan Thor. Demikianlah penjelasan secara sainsnya.

Sedangkan pada saat itu Thor mengatakan bahwa hanya orang yang pantas atau terpilih saja yang sanggup mengangkat palu. Dalam komik Marvel edisi All-New All-Different Marvel, dikisahkan bahwa nanti ada saatnya, Thor dianggap tidak layak lagi mengangkat palu. Akhirnya, Thor pun digantikan oleh Jane Foster, wanita yang sempat dekat dengannya.

via Muvila

Responses (2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.